Jumat, 28 Oktober 2016

Psikologi Pelayanan


Image result for psikologi



Hello semua! Apakabar?
 
Semoga teman teman yang membaca selalu diberi kesehatan & rezeki oleh Tuhan yang maha esa dan dapat menjalankan aktifitas seperti biasanya. Hari ini saya akan membahas mengenai ilmu psikologi pelayanan khususnya di bidang jasa hospitallity dan tourism. Tapi sebelumnya teman teman udah pada tahu belum mengenai psikologi? Baiklah kalo ada yang belum tau saya akan menjelaskan nya secara singkat mengenai apa itu psikologi.
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku-perilaku serta fungsi mental manusia secara ilmiah. Sebagai makhluk sosial kita perlu yang namanya berinteraksi dengan seseorang atau kelompok dimana dalam hubungan tersebut terdapat berbagai macam tingkah laku, expresi dan kepribadian seseorang. Sehingga kita harus mempelajari dan mengetahui diri kita seperti apa terlebih dahulu supaya dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan lancar dan baik terhadap seseorang atau dengan kelompok. Dalam dunia pariwisata, pekerja yang terlibat harus mengetahui seperti apa jenis dan karakter tamu yang akan dihadapinya karena hal ini sangat krusial yang menyangkut dengan kenyamanan tamu atau pelanggan tersebut. sehingga pelayanan pun dapat tersampaikan dengan baik. Maksud  Pelayanan itu sendiri adalah suatu proses yang menyediakan apa yang dibutuhkan & diperlukan orang lain (tamu). Jika berbicara tentang pelayanan pasti akan terlintas dipikiran teman-teman bagaimana kita dilayani oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan kita. Sehingga akan membuat kita nyaman dan merasa di perhatikan. Oleh sebab itu pelayanan mempunyai unsur behaviourism dimana staff atau si pelayan harus mempunyai tingkah laku yang sesuai dan bahkan lebih untuk memberikan service atau layanan yang memuaskan terhadap kebutuhan tamu tersebut.
Ilmu psikologi mempunyai bermacam-macam cabang seperti yang saya pelajari yaitu :
1.      Psikofalisis, yaitu suatu prilaku manusia yang terbentuk dari gabungan ID dan super ego. Apa itu ID? ID adalah keinginan yang muncul dari dalam diri seseorang itu sendiri yang lebih cendrung dalam kesenangan ( pleasure) namun keinginan ini berhadapan serta bertentangan dengan superego yaitu norma-norma yang ada dan berlaku ditengah tengah masyarakat.

2.      Psikologi humanistic, yaitu disebut juga dengan nama psikologi kemanusiaan adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia itu sendiri. Ada beberapa unsur yang menjadikan seseorang menjadi manusia yang berjiwa sehat yaitu true self, self concept dan ideal self dapat menyatu.
Ø  True self adalah apa yang ada dan nampak nyata di diri seseorang tersebut dan tidak dibuat buat
Ø  Self concept, yaitu hasil dari apa yang dia pikirkan yang menjadi sebuah dasar untuk membentuk konsep dia sendiri.
Ø  Ideal self adalah ide ide yang timbul akibat dari percampuran true self dan self concept yang mana akan membuat orang tersebut untuk dapat mengambil keputusan dan menciptakan ide ide sendiri.

3.      Psikologi koqnitif adalah sebuah bidang studi tentang bagaimana manusia memahami, belajar, mengingat dan berfikir tentang suatu informasi. Seorang psikolog koqnitif mempelajari bagaimana manusia memahami beragam bentuk. Mengapa kita bisa mengingat beberapa hal namun juga bisa lupa terhadap hal lain. Ini timbul juga timbul dari kepribadian yang mana didalamnya terdapat kumpulan sifat-sifat dan karakter.

4.      Psikologis behaviourism adalah adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan.

Nahh sekarang teman-teman sudah pada tahu kan beberapa cabang pelajaran psikologi. Namun saya juga mau ngeshare bahwa kepribadian seseorang itu timbul  20% asli dari genetik/ keturunan dan 80% pengaruh lingkungan. Sehingga pengaruh lingkungan lah yang akan mempengaruhi tumbuh kembang prilaku seseorang. Jika lingkungan nya baik pasti akan terbawa baik namun jika lingkungan seseorang tersebut jelek maka akan secara otomatis  terkontaminasi secara tidak langsung terhadapat kepribadiannya.

Jika teman-teman semua belum mengetahui diri teman-teman secara maksimal, disini saya akan memberikan petunjuk yang bisa menjadi patokan bagi teman-teman untuk menilai diri teman-teman sendiri atau untuk menilai kepribadian orang lain.

1.      Energi .
Seseorang pasti memiliki sumber energi yang jika kita perhatikan lagi yaitu terbagi dua. Yaitu energi yang berasal dari dalam dirinya sendiri yang disebut inner (extrofet) dan energi yang bersumber dari lingkungan,seseorang,teman, luar dirinya secara pribadi yang kita sebut outer (extrofet) dimana ini akan mempengaruhi mood seseorang  untuk melakukan aktifas-aktifitas karena mendapatkan sumber energi (semangat) baik dari dalam dirinya sendiri atau dari orang lain.
Contoh : Si A memiliki masalah keluarga yang membuat nya sering melamum dan masalah ini membuat prestasi di sekola nya menjadi menurun, namun suatu ketika dia melamun didepan jalan dan melihat seorang pemulung lagi mengumpulkan sampah. Dia sontak berpikir bahwa yang dilakukan nya adalah salah, dengan melamun tidak dapat menyelesaikan masalah dan akan membuat prestasi disekolah nya menjadi menurun. Sehingga dia mempunyai energi dan semangat yang tumbuh dari dalam diri sendiri karena melihat pemulung tersebut. Contoh ini adalah bentuk energi dari dalam yang kita sebut introfet.
Contoh : si B mempunyai masalah dengan kekasihnya dan dia sering nangis dan tidak mempunyai harapan, suatu ketika teman si B memberikan motivasi dan semangat bahwa yang dilakukannya itu salah jika terus menerus seperti itu, sehingga si B tersenyum dan bersemangat kembali karena sahabat nya. Contoh ini adalah bentuk energi dari luar yang kita sebut extrofet.

2.      Informasi.
Seseorang mendapatkan informasi melalui melalui dengan dua cara yaitu mudah mendapatkan informasi melalui indra penglihatan atau yang kita sebut dengan sensing. Namun ada juga beberapa orang yang mudah mendapatkan informasi melalui perasaan yaang disebut intuiting.
Contoh : si A diceritakan teman nya mengenai objek wisata gunung bromo itu indah sekali. Namun si A ini tidak bisa langsung merasakan apa yang diceritakan temannya ini. Ketika temanya memperlihatkan foto-foto gunung bromo ke dia. Si A langsung bisa mendapatkan informasi indah nya gunung bromo tersebut melalui gambar tersebut. Ini yang disebut dengan sensing.
Contoh : beda dengan si A, si B mendapatkan informasi bahwa teman nya sedang dirawat dirumah sakit sehingga si B langsung merasa sedih. Ini disebut dengan intuiting yaitu mengolah informasi yang didapat cendrung menggunakan perasaan.

3.      DM = memutuskan
Ada dua jenis sifat manusia dalam memutuskan suatu masalah.
Ø  Thinking, yaitu seseorang yang memutuskan masalah cendrung dengan cara lebih berfikir dan tersrtuktur. Sehingga orang seperti ini lebih cocok dengan pekerjaan manajemen karena memiliki pemikiran yang terstruktur dalam memutuskan suatu masalah.
Ø  Feeling, seseorang yang sering plin-plan dan arus emosi nya sering berubah dan sering mengikuti perkataan hatinya ketimbang logika (thinking) maka orang seperti ini lebih cendrung dalam hal feeling dan pasti akan memutuskan sesuatu berdasarkan pertimbangan feeling bukan logika.

4.      Work style

Workstyle adalah cara seseorang dalam melakukan pekerjaannya sehari hari dimana terdapat unsur jadging dan perceiving.
1.      Judging
Seorang judging tidak suka dengan kejutan. Pola sikap yang ditunjukkan teratur. Ia senang dengan keputusan yang pasti. Dalam melakukan tindakan, ia terencana dengan jelas, serta cenderung menyukai kategori-kategori dan batasan-batasan yang tegas. Untuk mengatur kegiatannya, ia terkadang memiliki catatan atau jadwal kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Seorang judging juga terkesan kurang luwes, tetapi berorientasi kepada aturan dan hasil saat mengerjakan sesuatu. Mereka memiliki prinsip “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Jika diberikan tugas, ia selesaikan dengan rapi dan sistematis. Baginya, tugas yang diberikan adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan. Namun, ia cenderung tidak bisa mengerjakan dua pekerjaan dalam waktu yang sama. Ia baru akan mengerjakan tugas lain, jika tugas sebelumnya sudah dikerjaikan dengan baik.
2.      Perceiving
Dalam menjalani hidup, seorang perceiving menghadapi dengan terbuka, serta menerima kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Dengan begitu, ia mudah menyesuaikan diri, memahami orang lain, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan. Ia ceenderung luwes karna memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pada diri yang optimis ini, prestasi adalah prioritas dalam hidupnya.Oleh karna itu, ia berusaha untuk meraih keinginannya dalam situasi apapun. Ia dapat menerima orang lain apa adanya. Tentang pendapat yang berbeda, baginya tak jadi persoalan. Fleksibilitas baginya adalah peluang untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan. Pada diri yang spontan ini, apa yang sudah di jadwalkan hanya sebagai pengingat saja. Keteraturan baginya adalah hal yang kaku. Ia lebih memilih bebas dan sangat menikmati pada proses yang sedang ia kerjakan. Baginya, keputusan yang sudah diambil atau ditetapkan bisa ditarik kembali dan diubah. Tidak heran jika dari sisi penampilan,ia kurang rapi dan tidak terorganisasi. Hal ini kerna lebih tertarik dengan penyesuaian perubahan terhadap situasi. Jika pekerjaan yang ia tangani kurang menyenangkan, ia lebih memilih meninggalkan pekerjaan tersebut sehingga terkesan kurang tanggung jawab.Baginya, kepuasan hanya tampak diawal, setelah itu pindah ke pekerjaan lain.

nahh semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi kita semua dan betapa penting nya belajar ilmu psikologi untuk mengetahui prilaku dan sikap-sikap manusia. thank you so much guyss atas waktunya membaca blog ini. see youu!



           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar